Jumat, 06 November 2015

Faktor Risiko Kanker Payudara


Kanker payudara dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana terjadi pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel (jaringan payudara), jenis kanker ini tidak mengenal  jenis kelamin sehingga bisa terjadi pada wanita maupun pria (Utami, 2012 dalam Abidin dkk, 2014).5 Penyakit ini merupakan penyakit kronis dimana masih memiliki banyak kendala dalam penyembuhannya karena peyembuhan totalnya masih sangat diragukan, dan dalam pengobatannya memerlukan jangka waktu yang panjang serta biaya yang tinggi.1 Penyebab adanya kanker payudara ini belum dapat diastikan. Saat ini hanya ada dugaan - dugaan atau sering disebut denga faktor risiko kanker payudara (Boyles,  2008  dalam  Karmila  M, 2013).5
Faktor risiko kanker payudara yang pertama adalah obesitas.Hal ini diakaibatkan karena obesitas berakibat adanya timbunan lemak. Timbunan lemak ini akan meningkatkan sistetis estrogen, yang kemudian bergengaruh terhadap proses proliterasi jaringan payudara.2,4 Proliferasi yang  berlebihan  dan  tidak  adanya  batas kematian  sel  akan  menyebabkan  sel membelah  secara  terus  menerus.5 Sehingga memungkinkan untuk terbentuk kanker payudara.
Faktor risiko kedua adalah kurangnya aktivitas. Olahraga bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah  dan hormon yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker.2 Oleh karena itu, American Cancer Society merekomendasikan agar melakukan olah raga sebanyak 5 kali atau stiap hari dalam satu minggu.2 Dengan melakukan olahraga secara teratur diharapkan dapat menurunkan factor risiko kanker payudara yang diakibatkan oleh kurangnya aktivitas.
Faktor risiko ketiga adalah diet. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak dan tinggi kolesterol  seperti daging merah, susu, keju, dan  es krim dapat berakibat pada tingginya faktor risiko terjadinya kanker payudara.2 Selain itu, makanan tersebut juga mengandung hormon dan factor pertumbuhan lain yang dapat menjadi factor terbentuknya sel kanker.2
Faktor risiko keempat adalah konsumsi alkohol. Mengonsumsi alkohol mengakibatkan tingkat estrogen meningkat.2 Akibat dari meningkatnya tingkat esterogen ini adalah kemampuan untuk mengotrol kadar darah dan hormon estrogen menurun, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker.2,3 Selain itu alkohol juga dapat mengakibatkan kerusakan DNA di sel yang selanjutnya berakibat pula pada terbentuknya sel kanker.2
Faktor risiko kelima adalah terapi pergantian hormon (Hormone Replace Therapy). Salah satu tipe HRT adalah menggunakan hormon estrogen dan progesterone.2 Telah dijelaskan sebelumnya bahwa tingginya estrogen dapat berakibat pada pertumbuhan sel kanker karena merusak kemampuan tubuh untuk mengontrol pertumbuhan.
Faktor risiko keenam adalah kontrasepsi. Ada dua jenis kontrasepsi yang dapat menjadi factor risiko terjadinya kanker payudara. Pertama, kontrasepsi oral mengandung zat yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya sel kanker.2 Pengguna kontrasepsi oral yang berisiko tinggi terkena kanker payudara adalah wanita yang mengkonsumsi kontrasepsi ini berusia dibawah 20 tahun serta wanita yang mengkonsumsi dan sebelumnya belum pernah mengalami kehamilan.2 Selain kontrasepsi oral, kontrasepsi hormonal juga menjadi factor risiko terjadinya kanker payudara. Hal ini dikarenakan kandunga estrogen dan progesterone pada kontrasepsi hormonal akan memberi efek proliferasi berlebih pada duktus  ephitelium  payudara,  berlebihnya proses  proliferasi  bila  di  ikuti  dengan hilangnya  kontrol  atas  proliferasi  sel  dan pengaturan  kematian  sel  yang  sudah terpogram  akan  mengakibatkan  sel payudara  berproliferasi  secara  terus menerus  tanpa  adanya  batas  kematian.5
Faktor risiko ketujuh adalah umur. Semakin tua umur seseorang maka kemungkinan mengalami kanker semakin tinggi.1,2 Penelitian  menunjukkan  bahwa ibu yang berumur  < 50 tahun berisiko 3,52 kali  lebih  tinggi  untuk  tidak  menderita kanker payudara dibandingkan dengan ibu yang berumur > 50 tahun.1 Selain itu alas lain mengapa umur menjadi factor risiko adalah karena semakin tua umur maka kemungkinan adanya mutasi gen semakin tinggi.1
Faktor risiko kedelapan adalah tinggi badan. Tinggi badan dapat  mempengaruhi terjadinya kanker payudara karena wanita yg memiliki tubuh yang tinggi, misal 170 cm atau lebih memiliki pertumbuhan lebih cepat saat usia anak dan remaja membuat adanya perubahan struktur genetic (DNA)  pada sel tubuh yang diantaranya berubah kea rah sel ganas. (Lanfranchi, 2005).1
Faktor risiko kesembilan adalah riwayat menyusui. Wanita yang memiliki anak disarankan untuk menyusui anaknya selama  satu setengah tahun atau dua tahun.2 Wanita yang menyusui anaknya memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara daripada wanita yang tidak menyusui anaknya.1,2Hal ini dikarenakan manfaat menyusui itu sendiri. Ibu yang menyusui/ menghasilkan susu  dapat menurunkan kemampuan sel untuk mengalami pertumbuhan yang tidak normal serta menurunkan produksi hormon estrogen.2 
Faktor risiko kesepuluh adalah riwayat keluarga atau disebut dengan faktor genetik. Genetik  disini  ini  adalah suatu  sifat penyakit yang diturunkan dalam keluarga yang membawa gen BRCA mutan dan mempunyai  resiko  tinggi  untuk  menderita kanker payudara dan ovarium, bergantung pada  jumlah  protein  yang  bermutasi tersebut  terjadi.  Kanker  payudara merupakan  penyakit  familial  (Sindroma  Li Fraumeni  /  LFS).  75%  dari  sindroma tersebut  disebabkan  adanya  mutasi  pada gen p53. Gen p53 merupakan gen penekan tumor (suppressor gene) (Indrati R, 2005).1,2
Selain faktor risiko diatas ada beberapa faktor yang dimungkinkan menjadi faktor risiko terjadinya kanker payudara  yaitu riwayat kesehatan, jenis kelamin, radiasi pada dada dan wajah, riwayat menstruasi, riwayat hamil pertama, faktor lingkungan, ras/ etnik, luka pada payudara, oophorectomy dan mastectomy, paparan DES (diethylstilbestrol), dan paparan estrogen.
Berdasarkan  keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa ada banyak faktor risiko terjadinya kanker payudara. Beberapa dari faktor risiko tersebut ada yang berhubungan dengan gaya hidup kita, yaitu kurangnya aktivitas, diet (makan makanan yang mengandung lemak dan kolesterol), konsumsi alkohol,serta riwayat menyusui . Faktor risiko terjadinya kanker payudara dapat diminimalisir dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan diatas.

Daftar Pustaka
1.     Rianti Emy, Tirtawati G. A, Novita Henny. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Risiko Kanker Payudara Wanita. Jurnal Health Quality. Vol. 3 No. 1 halaman 10-23
2.     Lakshmi, R. Breast Cancer Risk Factor : Preventable and Non Preventable. IRJP 2012, 3 (10) halaman 48-52
3.     Martin A.M dan Weber B.L. Genetic and Hormonal Risk Factor in Breast Cancer. Journal of the National Cancer Institute, Vol. 92, No. 14, July 19, 2000 halaman 1126-1135
4.     Anggorowati, Lindra. Faktor Risiko Kanker Payudara Wanita. KEMAS 8 (2) (2013) 121-126
Abidin dkk. Faktor Resiko Kejadian Kanker Payudara di RSUD Labuang Baji Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 4 Nomor 2 halaman 236-242

Minggu, 25 Oktober 2015

Teruntuk Dia yang Pernah Ku Kagumi (Menjauh untuk Menjaga, mungkin adalah yang terbaik)

Ketika aku tak lagi kagum denganmu,

Maka Pahamilah jejakku,

Karena mungkin, aku dulu pernah menginginkan dirimu.


Ketika aku tak lagi kagum denganmu,

Maka Pahamilah jejakku,

Karena mungkin, aku pernah menulis tentangmu dalam setiap untaian do'aku.

Dan kini....

Ku tak ingin berharap banyak,

Karena ku tak ingin berpaling kepada-Nya.

Wahai hati.....

Simpanlah rasa ini,

Rasa kagum kepada seorang insan.

Dan jangan tergesa-gesa dalam memilih.

Wahai hati.....

Tutuplah rapat perasaan ini,

Sampai tiba waktunya memilih,

Memilih yang terbaik untuk masa depan tiba.

Dan jangan biarkan perasaan ini jatuh kepada insan yang hanyaterlena menikmati keindahan dunia yang fana.

Ketika aku tak lagi terkagum denganmu,

Maka pahamilah jejakku......

Karena aku tak pernah memaksa hati untuk bersama.

Cukuplah Allah yang menyatukan kita dalam cinta suci.

Ketika aku tak lagi berharap,

Maka pahamilah jejakku.......

Karena saat itu aku ikhlaskan semua yang terjadi.

Ketika aku tak lagi banyak bicara,

Maka pahamilah jejakku.....

Karena mungkin aku tak lagi memikirkan persoalan hati.

Sebab ku tak ingin rasa ini melebihi cintaku kepada-Nya.

Percayalah akan janji-Nya, dan seberapa yakin kita kepada-Nya.

#PAHAMIJEJAKKU

ARAFHMINA


Minggu, 18 Oktober 2015

Kosmetik dan Perawatan Kecantikan Alami vs Modern



Ada banyak definisi tentang kecantikan. Ada yang berpendapat bahwa kecantikan merupakan suatu keindahan yang terpancar dari dalam diri seseorang atau sering kita sebut dengan inner beauty. Ada pula yang mendefinisikan bahwa kecantikan merupakan sesuatu hal yang nampak pada seseorang yaitu seperti kulit yang putih bersinar, lembut, kenyal dan licin. Rambut yang berkilau, wangi, bebas dari ketombe, dan tidak mudah rontok,.Kuku yang indah dan bersih  dan lain-lain. Akan tetapi apapun itu kecantikan merupakan suatu anugerah dari Tuhan kepada  wanita. Dari hal tersebut sebagai rasa syukur  kepada Tuhan sudah selayaknya seorang wanita menjaga kecantikannya baik dari dalam maupun luar.  Dalam menjaga kecantikan seseorang dihadapkan dalam dua pilihan yaitu antara alami atau konvensional dan modern atau yang terdiri dari zat kimia, ada yang melakukan perawatan menggunakan bahan dan cara modern ada pula yang menggunakan bahan dan cara tradisional. Dalam dunia modern ini juga telah dikembangkan kosmetik dari bahan alami tetapi menggunaka teknologi modern, jadi memadukan antara konvensional dan modern.  Ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa kecantikan merupakan keindahan wajah yang dimiliki oleh seorang wanita yang akan  muncul apabila menkonsumsi makanan yang alami dan sehat. Sehingga dalam cara perawatan tradisional ada pula yang menggunakan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi buah dan sayur segar untuk menjaga kecantikannya. Karena sebagian dari mereka percaya bahwa apabila tubuh sehat maka tubuh kita terutama kulit akan terlihat cantik.
Kecantikan yang akan kita bahas kali ini adalah kecantikan yang sifatnya dari luar seperti kecantikan kulit, kuku dan rambut. Setiap wanita, baik remaja maupun orang tua ingin selalu tampil cantik, sempurna,  sehat, dan menarik. Mempunyai kulit yang putih, indah, lembut, dan halus oleh sebagian besar wanita merupakan daya tarik tersendiri. Agar selalu tampil cantik berbagai cara dilakukan oleh wanita agar mendapatkan kepuasan kecantikan sesuai yang mereka inginkan.  Hal ini dilakukan baik secara tradisional dan menggunakan bahan tradisional, maupun cara modern dengan bahan tradisional serta cara modern dan bahan modern atau bahan kimia.
Saat kita membicarakan kecantikan  pasti tidak jauh dari masalah kosmetik. Lalu  apa itu kosmetik dan bagaimana sejarah ilmu tentang kosmetik atau kosmetologi di Indonesia  sendiri?
Kata kosmetik berasal dari bahasa Yunani yaitu “kosmetikos” yang memiliki arti ketrampilan menghias, dan mengatur.  Peraturam mentri kesehatan RI No. 445 / MenKes / Permenkes / 1998 mendefinisikan kosmetik sebagai suatu campura bahan-bahan yang telah siap digunakan untuk bagian luar tubuh dan bermanfaat untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan agar  terlihat lebih baik, melindungi agar tetap dalam keadaan yang baik, memperbaiki bau badan akan tetapi tidak dimaksud mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.2 Dalam definisi kosmetik tersebut yang dimaksud ‘tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit’ adalah sediaan seyogyanya  tidak mempengaruhi struktur dan faal kulit.4
Berdasarkan sifat dan kegunaanya Peraturan Mentri Kesehatan menggolongkan kosmetik menjadi dua jenis yaitu kosmetik modern dan kosmetik tradisional. Kosmetik modern merupakan jenis kosmetik  yang berasal dari campuran bahan kimia. Kosmetik tradisional sendiri dibagi menjadi  tiga jenis yaitu benar benar tradisional dimana bahan –bahannya terbuat dari alam dan diolah dengan cara yang sudah turun temurun dan merupakan warisan nenek moyang, kemudian jenis yang kedua adalah semi tradisional yaitu apabila kosmetik tersebut terbuat dari bahan alami akan tetapi pengolahannya dilakukan secara modern yaitu dengan diberi pengawet agar kosmetik tersebut dapat tahan lebih lama. Untuk jenis tradisional yang ketiga hanya namanya yang tradisional, akan tetapi kosmetik ini terditi atas komponen yang  tidak benar- benar tradisional dan diberi zat warna seperti bahan tradisional.4
Kosmetologi merupakan ilmu pengetahuan dimana hukum-hukum, kimia, biologi, dan mikrobiologi tentang pembuatan, penyimpanan, serta penggunaan bahan kosmetika dipelajari. Sebenarnya kosmetika sudah dikenal oleh manusia sejak berabad-abad yang lalu, akan tetapi pada abad ke-19 baru mendapat perhatian khusus. Kemudian produksi bahan- bahan kosmetik baru dilakukan secara besar- besaran pada abad ke-20.5
Di dalam Negara maju, contohnya Amerika kosmetiologi sudah dikenal sejak jaman dahulu yaitu sejak tahun 1936. Akan tetapi, untuk Indonesia sendiri kosmetologi baru dikenal sekitar tahun 1970. Ilmu ini dalam lingkungan dermatologi di Indonesia secara resmi dikembangkan di Fakultan Kedokteran Universitas Indonesia yaitu sejak berdirinya Sub-Bagian Bedah Kulit dan Kosmetik pada bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.2
Saat ini kosmetik telah menjadi kebutuhan pokok manusia terutama kaum wanita. Akan tetapi banyak sekali isu-isu yang dijanjikan  oleh berbagai produk kosmetik, sebagian besar kaum wanita tidak mengindahkan efek samping yang diakibatkan oleh penggunaan kosmetik pada kulit mereka. Keindahan kulit tidak lagi dipertimbangkan demi penampilan yang indah tetapi bersifat sementara, namu pada akhirnya berujung pada kerusakan di kemudian hari.3
Perawatan kecantikan tidak hanya dilakukan pada kulit akan tetapi juga di rambut, kuku. Zat biologi yang berasal dari tumbuhan bermanfaat untuk melicinkan dan menghaluskan kulit, mempengaruhi keratinasasi dan hidrasi lapisan epidermis serta membantu proses pemutihan pada kulit. Zati zat ini mencakup sari berbagai tumbuh-tumbuhan, minyak nabati, minyak-minyak atsiri, sari buah, dan serbuk sari bunga.5Agar kulit dapat tumbuh dengan normal, lapisan-lapisan kulit yaitu epithelial memerlukan vitamin A dan C. Manfaat dari vitamin A dan C adalah untuk mencegah terjadinya pembesaran pori-pori pada kulit. Cara  atau kebiasaan sehat dan tradisional yang dapat dilakukan agar kulit tetap terjaga adalah dengan cara mengkonsumsi air putih sebanyak mungkin agar kulit tetap lembab, lembut dan sehat. Selain itu mengkonsumsi buah dan dayur segar juga berkhasiat untuk kulit. Kemudian hindari mengkonsumsi pemren, coklat, soft drink, atau kue yang mengandung sukrosa tinggi.3 Adapun cara modern yang dapat dilakukan untuk menjaga dan meraawat kulit diantaranya adalah kosmetik suncare dan suntan, antiperspirant, deodorant, sabun, produk perawatan tangan dan preparat untuk mandi.4 Kosmetika yang digunakan untuk perawatan kulit  harus berfungsi untuk memelihara kesehataan kulit, mempertahankan kondisi kulit agar tetap baik dan mampu mencegah terjadinya kelainan pada kulit akibat proses usia, pengaruh lingkungan, dan sinar matahari.5
 Rambut  terbuat dari protein, sehingga apabila melakukan diet kaya protein maka dapat menguatkan akar rambut. VitaminA dan B juga diperlukan apabila rambut ingin tebal dan terlihat berkilau. Selain itu agar rambut bebas dari ketombe diperlukan seng.3 Kosmetik yang digunakan untuk perawatan rambut sendiri adalah sampoo, promotor penumbuh rambut, dan perawatan kulit kepala dan rambut.  Selain itu agar rambut lebih terlihat staylish dapat digunakan obat pengeriting rambut dan pelurus rambut. Bahan bahan ini merupakan produk perawatan rambut modern.4 Ada beberapa cara alami pula untuk merawat rambut diantaranya adalah dengan rutin minum jus dan sayur serta mengkonsumsi ikan laut hal ini berkhasiat agar rambut tidak mudah beruban dan tidak mudah rontok.3
 Untuk  menjaga kesehatan kuku dalam mengkonsunsi makanan yang mengandung asam amino esensial.  Hal ini dikarenakan kuku terutama terbentuk dari keratin yaitu, sejenis protein.  Zat besi juga sangat penting untuk kesehatan kuku. Sumber zat besi yang baik adalah sayuran hujau, ikan, unggas, dan daging. Selain itu agar penyerapan zat besi dapat berlangsung dengan baik maka tubuh memerlukan vitamin C. Sehingga mengkonsumsi buah- buahan yang banyak mengandung vitamin C juga penting untuk menjaga kesehatan kulit.3
Agar tetap tampil cantik sebagian wanita rela mengeluarkan banyak uang untuk tujuan tersebut, diantaranya adalah melakukan perawatan kecantikan seta membeli produk  perawatan kecantikan atau  dalam bahasa lain perawatan ini disebut juga perawatan kecantikan modern. Akan tetapi, tiadak semua wanita dapat mengeluarkan banyak uang untuk pergi ke salon dan melakukan perawatan. Selain itu belum tentu produk kecantikan yang tersedia di salon yang dikunjugi cocok dan aman untuk kulit serta kesehatan pemakainya. Karena produk perawatan tersebut biasanya dibuat dari campuran bahan kimia, seperti pengawet, pewangi, pewarna serta bahan kimia lain  yang jika digunakan dapat menyebabkan efek samping bagi pemakainya baik dalam waktu pendek maupun panjang.1 Tidak ada bahan kimia yang bersifat indeferens yaitu tidak menimbulkan efek apa-apa jika dikenakan pada kulit. Jika kosmetik yang mengandung bahan kimia tersebut mengenai atai menempel pada kulit, akan dalam hal tertentu  kosmetik itu akan mengakibatkan reaksi-reaksi dan perubahan faal kulit.2
Dikarenakan kepercayaan masyarakat saat ini bahwa bahan alamiah berkhasiat tinggi serta dianggap lebih aman dan hamper tidak menimbulkan efek samping, saat ini minat masyarakat untuk kembali menggunakan bahan alami menjadi semakin besar. Selain itu penggunaan bahan alami juga dirasa lebih memuaskan dan lebih ekonomis. Meskipun dibuat sendiri dan dengan memanfaatka bahan alami di lingkungan sekitar, akan tetapi sebagian masyarakat percaya bahwa kualitas produk kecantikan tradisional tidak kalah dengan produk buatan pabrik kosmetik.1
 Indonesia merupakan Negara yang terkenal akan kekayaan floranya. Selain sebagai pengobatan disekitar kita banyak jenis tumbuhan yang memiliki kandungan zat yang bermanfaat untuk kulit atau untuk kecantikan. Bahan–bahan alami tersebut dapat kita manfaatkan mulai dari pembersih, penyegar, masker, penguapan, peeling, dan untuk minyak pemijatan.  Dengan memanfaatkan kekayaan alam ini  kia dapat membuat bahan kosmetik sendiri yang relative murah dan segar. Di zaman modern saat ini, berbagai hasil penelitian di bidang kosmetik mengungkapkan bahwa perawatan kecantikan terkuno dengan bahan alamiah bisa dibuktikan secara ilmiah.1
Dari pembahasan di atas didapat bahwa produk kecantikan alami dan modern sama-sama diminati masyarakat, terutama kaum wanita. Akan tetapi, pada era modern ini banyak kaum wanita yang beralih ke produk perawatan alami karena dianggap lebih aman. Untuk mensiasati hal tersebut saat ini banyak  produsen kosmetik membuat produk kosmetik semi tradisional yaitu kosmetik yang dibuat dengan bahan alami akan tetapi menggunakan cara modern dan menggunakan pengawet agar tahan lama. Selain itu beberapa produsen kosmetik juga memproduksi kosmetik yang menggunakan nama-nama tradisional, tetapi menggunakan campuran bahan yang terdiri atas bahan- bahan yang tidak tradisional dan menggunakan bahan pewarna menyerupai bahan tradisional. Dengan cara tersebut diharapkan para konsumen tertarik karena saat ini masyarakat percaya bahwa alami lebih aman.


Daftar Pustaka
1    1.Surtingsih.2005.Cantik dengan Bahan Alami: Cara Mudah, Murah dan Aman untuk Mempercantik Kulit.Jakarta: PT Elex Media Komputindo
2         2. Laksmi, Mimie Kirono.2008.Sehat denagn Terapi Alami. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
3    3. Tranggono, Retno Iswari dan Latifah, Fatma.2007. BUKU PEGANGAN ILMU PENGETAHUAN KOSMETIK. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
4       4. Novianty, Tri.2008.Pengaruh Formulasi.From http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126140-FAR.057-08-Pengaruh%20formulasi-Literatur.pdf
18 Desember 2014
5    5. Prihatin, Pipin Tresna.Konsep Dasar Kosmetologi.From
http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/196310161990012-PIPIN_TRESNA_PRIHATIN/BU_343_KOsmetologi_(Pipin)/bAHAN_ajar_I_Kosmetologi.pdf

KEJAR PRESTASIMU!! (Syair Imam Syafi’i)


Orang pandai dan beradab tak akan diam di kampong halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.
Pergilah! Akan kau dapatkan pengganti kerabat dan teman.
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah leleh berjuang.
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena tertahan.
Jika mengalir, ia jernih, dan jika tidak, ia keruh menggenang.
Singa tak akan memangsa jika tak meninggalkan sarang.
Anak panah tak akan mengenai sasaran jika tak meninggalkan busur.
Jika matahari tak bergerak di orbitnya dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.
Jika rembulan terus purnama sepanjang zaman, orang-orang tak akan merindukan kedatangannya.
Biji emas adalah tanah biasa sebelum digali dari tambang.
Setelah diolah dan ditambang, manusia ramai memperebutkan.
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan.
Namun jika dibawa ke kota berubah menjadi mahal dan jadi incaran hartawan.
(Dream & Pray)
Diberdayakan oleh Blogger.

followers

 

© 2013 yunichi. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top